Wednesday, 24 May 2017

kontes

SERIT/CROWNTAIL
*   Sirip Atas/Dorsal
-    Jumlah tulang serit minimal 8.
-    Jarak spasi antar tulang sama.
-    Harus lebih tinggi dari bukaan ekor.
-    Tulang-tulang lurus tidak bengkok.

*   Ekor/Caudal
-    Bukaan minimal 1700.
-    Spasi sama rata.
-    Bentuk ray sama dan seimbang.
-    Tulang-tulang lurus tidak bengkok.
*   Sirip Bawah/Anal
-    Jarak Spasi antar tulang Sama.
-    Tulang-tulang beraturan dari depan sampai kebelakang.
-    Tulang-tulang lurus tidak bengkok.
*   Dasi 
-    Sama Panjang.
-    Bentuknya seimbang.
-    Melewati anal fin.
*        Sirip Renang
-          Utuh dan seimbang.
-          Tidak mendayung terbalik.
-          Bentuk sesuai dengan kategori.
*   Badan
     -    Terlihat lurus dari ujung mulut sampai dengan pangkal ekor.
     -    Proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus).
     -    Mulus tanpa cacat.
*   Kepala
     -    Terlihat lurus.
     -    Tidak menyendok (dolphin).
     -    Tidak cacat.                               
     -    Kedua tutup insang membuka sempurna.

*  Mental
     -    Bagus/berani
     -    Cara bermain ikan tenang
  B.     HALFMOON
*   Dorsal
-    Tegak
-    Mengembang Sempurna.
-    Melewati /Masuk ekor kebelakang.
-    Terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor.
-    Mulus tanpa lipatan.
*   Ekor
-    Bukaan minimal 1800
-    Mengembang Sempurna.
-    Mengunci masuk seimbang antara pangkal tulang atas ekor dan pangkal tulang bawah ekor melewati batas bagian belakang dorsaldan anal..
-    Ekor simetris dan seimbang
-    Ekor berbentuk busur, tidak membulat (oval).
-    Ekor mulus tanpa lipatan.
*   Anal / Sirip Bawah
-    Berbentuk Trapesium
-    Mengembang sempurna.
-    Mulus tanpa lipatan.
-    Terlihat sedikit lebih panjang dari Ekor.
*   Dasi
-    Sama Panjang
-    Bentuk Seimbang
-    Minimal ¾ dari panjang anal..
-    Tidak Bengkok / melengkung.
*        Sirip Renang
-          Utuh dan seimbang.
-          Tidak mendayung terbalik.
-          Bentuk sesuai dengan kategori.
*   Badan
     -    Terlihat lurus dari ujung mulut sampai dengan pangkal ekor.
     -    Proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus).
     -    Mulus tanpa cacat.
*   Kepala
     -    Terlihat lurus.
     -    Tidak menyendok (dolphin).
     -    Tidak cacat.                               
     -    Kedua tutup insang membuka sempurna.

*  Mental
     -    Bagus/berani
     -    Cara bermain ikan tenang
  C.    PLAKAT
*   Dorsal
-    Tegak
-    Mengembang Sempurna.
-    Melewati /Masuk ekor kebelakang.
-    Terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor.
-    Mulus tanpa lipatan.
*   Ekor
-    Bukaan minimal 1800
-    Mengembang Sempurna.
-    Mengunci masuk seimbang antara pangkal tulang atas ekor dan pangkal tulang bawah ekor melewati batas bagian belakang dorsaldan anal.
-    Ekor simetris dan seimbang
-    Ekor berbentuk busur, tidak membulat (oval).
-    Ekor mulus tanpa lipatan.
*   Anal / Sirip Bawah
-    Mengembang sempurna.
-    Mulus tanpa lipatan.
-    Terlihat sedikit lebih panjang dari Ekor.
*   Dasi
-    Sama Panjang
-    Bentuk Seimbang
-    Minimal sama panjang dengan ujung anal belakang.
-    Tidak Bengkok / melengkung.
*        Sirip Renang
-          Utuh dan seimbang.
-          Tidak mendayung terbalik.
-          Bentuk sesuai dengan kategori.
*   Badan
     -    Terlihat lurus dari ujung mulut sampai dengan pangkal ekor.
     -    Proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus).
     -    Mulus tanpa cacat.
*   Kepala
     -    Terlihat lurus.
     -    Tidak menyendok (dolphin).
     -    Tidak cacat.                               
     -    Kedua tutup insang membuka sempurna.
*  Mental
     -    Bagus/berani
     -    Cara bermain ikan tenang
  D.    DOUBLETAIL HALFMOON
*   Dorsal
-    Tegak
-    Mengembang Sempurna.
-    Melewati /Masuk ekor kebelakang.
-    Terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor.
-    Mulus tanpa lipatan.
-    Mendekati Kepala
-    Sejajar dengan sirip anal.
*   Ekor
-    Bukaan min 1800
-    Terdapat belahan yang membagi caudal  menjadi dua bagian yang sama besar dan terlihat sempurna (50:50)
-    Mengembang Sempurna.
-    Mengunci masuk seimbang antara pangkal tulang atas ekor dan pangkal tulang bawah ekor melewati batas bagian belakang dorsaldan anal.
-    Ekor simetris dan seimbang
-    Ekor berbentuk busur, tidak membulat (oval).
-    Ekor mulus tanpa lipatan.
*   Anal / Sirip Bawah
-    Sejajar dengan dorsal.
-    Berbentuk Trapezoid
-    Mengembang sempurna.
-    Mulus tanpa lipatan.
-    Terlihat sedikit lebih panjang dari Ekor.
*   Dasi
-    Sama Panjang
-    Bentuk Seimbang
-    Minimal sama panjang dengan ujung anal belakang.
-    Tidak Bengkok / melengkung.
*        Sirip Renang
-          Utuh dan seimbang.
-          Tidak mendayung terbalik.
-          Bentuk sesuai dengan kategori.
*   Badan
     -    Terlihat lurus dari ujung mulut sampai dengan pangkal ekor.
     -    Proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus).
     -    Mulus tanpa cacat.
     -   Tidak boleh terlalu pendek
*   Kepala
     -    Terlihat lurus.
     -    Tidak menyendok (dolphin).
     -    Tidak cacat.                               
     -    Kedua tutup insang membuka sempurna.

*  Mental
     -    Bagus/berani
     -    Cara bermain ikan tenang
  E.     GIANT
*  Dorsal
-    Tegak
-    Mengembang Sempurna.
-    Melewati /Masuk ekor kebelakang.
-    Terlihat sedikit lebih tinggi dari ekor.
-    Mulus tanpa lipatan.
*   Ekor
-    Bukaan minimal 1800
-    Mengembang Sempurna.
-    Mengunci masuk seimbang antara pangkal tulang atas ekor dan pangkal tulang bawah ekor melewati batas bagian belakang dorsaldan anal..
-    Ekor simetris dan seimbang
-    Ekor berbentuk busur, tidak membulat (oval).
-    Ekor mulus tanpa lipatan.
*   Anal / Sirip Bawah
-    Mengembang sempurna.
-    Mulus tanpa lipatan.
-    Terlihat sedikit lebih panjang dari Ekor.
*   Dasi
-    Sama Panjang
-    Bentuk Seimbang
-    Minimal sama panjang dengan ujung anal belakang.
-    Tidak Bengkok / melengkung.
*        Sirip Renang
-          Utuh dan seimbang.
-          Tidak mendayung terbalik.
-          Bentuk sesuai dengan kategori.
*   Badan
     -    Terlihat lurus dari ujung mulut sampai dengan pangkal ekor.
     -    Proporsional (tidak terlalu gemuk/kurus).
     -    Mulus tanpa cacat.
*   Kepala
     -    Terlihat lurus.
     -    Tidak menyendok (dolphin).
     -    Tidak cacat.                               
     -    Kedua tutup insang membuka sempurna
*  Mental
     -    Bagus/berani
     -    Cara bermain ikan tenang

Tuesday, 23 May 2017

gen cupang

a. Lapisan Iridescent (Lapisan Atas)

Lapisan ini dikenal juga sebagai lapisan biru, karena mengendalikan jumlah pigmen biru di tubuh cupang. Sel warna biru atau hijau (guanofora) disebut juga iridofora mengandung gen sifat-sifat warna sebagai berikut.
  • Biru-hijau (biru abu-abu, biru royal dan hijau).
  • Iridosit yang menyebar (biru turquoise).
  • Non-biru (tidak ada sifat birunya sama sekali).
Gen sifat warna biru-hijau direpresentasikan dengan simbol B1, dapat menghasilkan 3 warna yang berbeda sebagai berikut.
  • bIbI, menghasilkan warna biru abu-abu iridescence.
  • BIbI, mengasilkan warna biru royal iridescence.
  • BIBI, menghasilkan warna hijau.
Karena itu, ketika mengawinkan cupang warna biru abu-abu (bIbI x bIbI) akan dihasilkan 100% cupang berwarna biru abu-abu, sama ketika mengawinkan cupang warna hijau (BIBI x BIBI). Namun, jika mengawinkan sepasang cupang warna biru royal ( BIbI x BIbI), akan dihasilkan 50% biru royal, 25% biru abu-abu dan 25% hijau. Perlu dicatat, bila terdapat banyak pigmen hitam di bawah lapisan iridecent warna cupang akan terlihat lebih gelap dan kaya.
Gen sifat iridosit yang menyebar, memberikan pantulan warna metalik pada tubuh cupang sehingga dihasilkan warna seperti turquoise. Iridosit adalah nama yang diberikan kepada kristal-kristal yang menghasilkaniridescence yang memberikan warna biru dan hijau. Gen iridosit yang menyebar ditandai dengan kode genetik SiSi,  yang meningkatkan jumlah iridescence yang tampak pada cupang. Walaupun kini gen ini masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diketahui bahwa kombinasi kode gen SiSi banyak mengurangi iridescence pada cupang hias. Gen sifat non-biru terdapat pada cupang yang tidak memiliki lapisan biru. Namun gen penyebab tidak adanya warna biru pada tubuh cupang masih belum teridentifikasi.

b. Lapisan Hitam

Sel warna hitam atau melanofora mengandung gen warna sebagai berikut.
  • Cambodian atau maskot, tubuh warna krem dan sirip merah.
  • Pirang atau tenang, warna merah ceri terang.
  • Melano, cupang berwarna hitam.
Ketiga gen diatas secara langsung berpengaruh terhadap lapisan hitam pada cupang.
Gen cambodian umumnya menghasilkan cupang dengan tubuh berwarna seperti daging tubuhnya dengan sirip merah. Namun saat ini banyak dijumpai cambodian atau maskot dengan warna yang bermacam-macam, seperti abu-abu, hijau ,biru dan emas. Gen sifat warna cambodian sangat lemah atau resesif ganda (double recessive) ditandai dengan kode genetik cc. Kehadiran gen cc ini akan menghilangkan pigmen berwarna gelap. Kini cambodian juga mempunyai warna biru,hijau,putih bahkan ungu di siripnya.
Gen warna pirang atau terang juga bersifat double recessive ditandai dengan kode bb. Gen ini berpengaruh dalam mengurangi pigmen warna hitam  seperti pada cupang berwarna merah. Kehadiran gen ini mengakibatkan cupang merah berwarna cerah. Namun jika gen ini tidak ada, cupang merah akan berwarna lebih gelap seperti merah maroon yang biasa disebut warna merah lokal pada cupang serit. Kehadiran gen ini bersama gen iridescence mengakibatkan cupang terlihat lebih berwarna pastel.
Gen melano yang juga bersifat resesif ganda ditandai dengan kode mm, meningkatkan pigmen warna hitam pada cupang. Namun semakin banyak gen ini dalam tubuh cupang betina, mengakibatkan cupang betina menjadi mandul. Karena itu, jika peternak ingin mengawinkan cupang jantan hitam, silangkan dengan cupang betina berwarna biru atau lebih baik lagi dengan cupang betina berwarna hitam bergaris-garis (black lace).Cupang hitam bergaris umumnya mempunyai sirip yang transparan, tetapi betinanya subur. Jika keduanya dikawinkan sesama warna, diperoleh burayak berwara hitam pula.

c. Lapisan Merah

Sel warna merah atau erythrofora mengandung gen warna sebagai berikut.
  • Merah merata (extended red) , warna merah di seluruh tubuh dan sirip.
  • Sirip merah (reduced red), warna merah hanya di sirip serta tubuh berwarna gelap, seperti hijau dan biru.
  • Non-merah, (tidak adanya warna merah).
  • Variasi sirip (variegated fins), adanya warna transparan di ujung sirip atau biasa disebut butterfly.
Keempat gen ini akan menentukan tingkat warna merah pada cupang.
Gen warna merah merata ditanndai dengan kode R yang mengendalikan distribusi dan intensitas warna merah pada cupang. Adanya warna merah merata di tubuh dan sirip cupang sangat ideal dan paling disukai. Gen R ini mirip dengan gen Si, karena tingkat kandungan gen yang berbeda-beda. Jika sedikit keberadaannya ditandai dengan kode rr, sedangkan bila intensitas warna merahnya tinggi ditandai dengan RR.
Gen sirip merah memberikan warna merah pada siripnya saja, sedangkan tubuhnya berwarna gelap, seperti biru, hijau atau hitam. Namun belum diketahui gen yang menyebabkan pengurangan warna merah di badan cupang tersebut.
Gen non-merah adalah gen resesif ganda atau double recessive. Gen ini ditandai dengan kode nrnr dan tidak memperlihatkan adanya pigmen warna merah sama sekali. Banyak yang percaya bahwa kehadiran gen ini telah mengubah pigmen warna merah menjadi kuning, sehingga muncul cupang berwarna kuning dalam pemijahan indukan cupang merah.
Gen variasi sirip mengendalikan warna merah pada sirip dengan efek transparan yang sering dinamakan butterfly. Dr. Gene Lucas menandai gen ini dengan kode Vf. Keberadaan gen ini akan menghasilkan cupang dengan warna merah di sirip yang pola dan intensitasnya bervariasi.

d. Lapisan Kuning (Lapisan Paling Bawah)

Sel warna kuning atau xanthofora mengandung gen warna, di antaranya tidak adanya lapisan merah, lapisan hitam dan lapisan iridescent (biru). Sejauh ini tidak ada gen yang diidentifikasi dapat mengendalikan pigmentasi lapisan kuning. Artinya, cupang kuning memiliki pigmen cambodian (non-hitam) di lapisan hitam, non-merah di lapisan merah dan non-biru di lapisan iridescent. Namun sebagian orang mengatakan, sifat warna kuning sangat berhubungan erat dengan gen warna opak (opaque).

Wednesday, 17 May 2017

grade

Untuk grade-nya ada tiga macam. Pertama, Grade A. Biasanya, ikan cupang hias tingkatan ini untuk kontes. Cirinya, warna cerah dan bukaan (tingkat pengembangan ekor) mencapai 180 derajat.

Monday, 15 May 2017

cupang warna

Kriteria Penilaian Cupang Hias
Dasar penilaian cupang hias jenis Serit (Crown Tail) adalah terletak pada 3 faktor penting yaitu :
-Bentuk Tubuh ; proporsi, kerapihan sirip atas/bawah/ekor
- Warna Tubuh ; Dasar/solid, kombinasi, mascot.
- Kesehatan & Mental ; sehat, tidak cacat, pemberani (tidak bacul).

Bentuk Tubuh :
Faktor bentuk tubuh yang menjadi tolok perhatian adalah tubuh yang proporsional dan sirip/serit atas, bawah dan ekor rapi dan tidak patah. Khusus untuk serit pada ekor jika serit 2 semuanya harus 2 demikian juga untuk serit 4, tidak boleh ada serit yang tidak beraturan atau dikalangan hobiis cupang biasa disebut dengan sirip Djie Sam Soe (2-3-4).
Serit cupang bentuk baru yang dikatakan langka adalah berserit 8 bahkan ada yang 16 serta Serit Silang atau dijuluki King Crown Tail.
Untuk jenis Halfmoon ekor harus membentang 180 derajat, bahkan saat ini sudah ada yang lebih dari itu atau disebut Over Halfmoon.
Untuk Jenis Double Tail bentuk ekor menyerupai gambar “love” dan bentuk ekor atas dengan bawah tidak boleh ada yang lebih besar harus proporsional dan simetris.
Warna :
Warna dibagi dalam 3 kelompok yaitu,
Warna Dasar/Solid ; seluruh bagian tubuh dan sirip/fin harus memiliki satu warna yang sama, misalnya merah, biru, abu-abu (steel), hitam, kuning, putih.
Apabila pada bagian dasi (dorsal fin) membawa warna lain yang berbeda atau ada semburat warna lain dibagian tubuh/sirip maka tidak dapat dikatagorikan sebagai warna dasar.
Warna Kombinasi ; pada bagian tubuh atau sirip/fin memiliki perpaduan 2 atau lebih warna yang berbeda misalkan biru-merah, hitam-merah, merah-steel, hijau-merah, dll.
Warna Maskot ; sering juga disebut dengan Cambodian, pada tubuh ikan didominasi paduan warna merah keputihan ataupun warna lain seperti abu-abu, biru, dan hijau.
Ada beberapa jenis ikan cupang hias memiliki warna langka dalam arti belum banyak terdapat di pasaran antara lain warna putih solid, kuning solid, mustard gas, purple gas marble (blantong), tricolor, dan warna tembaga (copper).
Pada jenis crown tail (serit) ikan yang memiliki warna bening pada siripnya (jenis butterfly) saat kontes seringkali di-diskwalifikasi oleh juri.
Sedangkan pada jenis Halfmoon dan Double Tail klasifikasi warna diatas termasuk jenis Butterfly diabaikan.
Kesehatan & Mental :.
Kesehatan ikan sekilas dapat dilihat dari perilaku ikan, tubuh tidak cacat dan memiliki warna yang cerah. Ikan yang memiliki tubuh kuntet (bonsai) terhitung sebagai ikan cacat, namun belakangan karena tetap memiliki keindahan serta keunikan tersendiri dibuat kelas tersendiri dalam kontes cupang hias sebagai kelas bonsai.
Mental ikan yang bagus tidak akan gentar apabila disandingkan dengan ikan lain, dan selalu mengembangkan sirip-sirip serta insangnya pertanda siap bertarung menghadapi musuhnya. Sedangkan mental ikan yang jelek akan terlihat takut atau “bacul” apabila disandingkan dengan ikan lain. Ikan bacul ditandai dengan menguncupnya sirip ikan sambil berdiam diri dipojok aquarium.
Ukuran Ikan.
Umumnya dalam tiap kontes cupang hias di Indonesia yang dikelompokkan kedalam 3 kelompok ukuran panjang tubuh dan 3 kelompok warna, yaitu :
-Ukuran Senior (ukuran tubuh 6 cm ke atas) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot;
-Ukuran Yunior (ukuran tubuh 4 cm – 6 cm) : untuk warna dasar, kombinasi dan warna maskot; ukuran small; dan
- Halfmoon & Double Tail : ukuran dan warna bebas.
Walaupun kadang-kala ada penambahan kelas tambahan seperti kelas bebas (bebas warna/serit), bonsai/unik, betina, dan jenis Plakats yang saat ini mulai diminati.
Cupang yang baik memiliki ekor lebar membentuk sudut 180 derajat dan memiliki serit tebal. Untuk jenis serit (crown tail) harus sama jumlah serit pada ekornya. Letak ekor seimbang dalam arti di tengah-tengah dan tidak menjorok ke atas/kebawah.
POINT PENILAIAN DALAM KONTES.
Poin penilaian dalam kontes Cupang Hias atau Bettas di Indonesia terbagi dalam 5 kategori:
1. Keserasian Warna : 30 poin
2. Keindahan : 20 poin
3. Kerapihan : 20 poin
4. Ukuran Tubuh : 10 poin
5. Kesehatan & Mental : 20 poin.
Penentuan ikan juara berdasarkan perolehan nilai atau poin tertinggi.