a. Lapisan Iridescent (Lapisan Atas)
Lapisan ini dikenal juga sebagai lapisan biru, karena mengendalikan jumlah pigmen biru di tubuh cupang. Sel warna biru atau hijau (guanofora) disebut juga iridofora mengandung gen sifat-sifat warna sebagai berikut.
- Biru-hijau (biru abu-abu, biru royal dan hijau).
- Iridosit yang menyebar (biru turquoise).
- Non-biru (tidak ada sifat birunya sama sekali).
Gen sifat warna biru-hijau direpresentasikan dengan simbol B1, dapat menghasilkan 3 warna yang berbeda sebagai berikut.
- bIbI, menghasilkan warna biru abu-abu iridescence.
- BIbI, mengasilkan warna biru royal iridescence.
- BIBI, menghasilkan warna hijau.
Karena itu, ketika mengawinkan cupang warna biru abu-abu (bIbI x bIbI) akan dihasilkan 100% cupang berwarna biru abu-abu, sama ketika mengawinkan cupang warna hijau (BIBI x BIBI). Namun, jika mengawinkan sepasang cupang warna biru royal ( BIbI x BIbI), akan dihasilkan 50% biru royal, 25% biru abu-abu dan 25% hijau. Perlu dicatat, bila terdapat banyak pigmen hitam di bawah lapisan iridecent warna cupang akan terlihat lebih gelap dan kaya.
Gen sifat iridosit yang menyebar, memberikan pantulan warna metalik pada tubuh cupang sehingga dihasilkan warna seperti turquoise. Iridosit adalah nama yang diberikan kepada kristal-kristal yang menghasilkaniridescence yang memberikan warna biru dan hijau. Gen iridosit yang menyebar ditandai dengan kode genetik SiSi, yang meningkatkan jumlah iridescence yang tampak pada cupang. Walaupun kini gen ini masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diketahui bahwa kombinasi kode gen SiSi banyak mengurangi iridescence pada cupang hias. Gen sifat non-biru terdapat pada cupang yang tidak memiliki lapisan biru. Namun gen penyebab tidak adanya warna biru pada tubuh cupang masih belum teridentifikasi.
b. Lapisan Hitam
Sel warna hitam atau melanofora mengandung gen warna sebagai berikut.
- Cambodian atau maskot, tubuh warna krem dan sirip merah.
- Pirang atau tenang, warna merah ceri terang.
- Melano, cupang berwarna hitam.
Ketiga gen diatas secara langsung berpengaruh terhadap lapisan hitam pada cupang.
Gen cambodian umumnya menghasilkan cupang dengan tubuh berwarna seperti daging tubuhnya dengan sirip merah. Namun saat ini banyak dijumpai cambodian atau maskot dengan warna yang bermacam-macam, seperti abu-abu, hijau ,biru dan emas. Gen sifat warna cambodian sangat lemah atau resesif ganda (double recessive) ditandai dengan kode genetik cc. Kehadiran gen cc ini akan menghilangkan pigmen berwarna gelap. Kini cambodian juga mempunyai warna biru,hijau,putih bahkan ungu di siripnya.
Gen warna pirang atau terang juga bersifat double recessive ditandai dengan kode bb. Gen ini berpengaruh dalam mengurangi pigmen warna hitam seperti pada cupang berwarna merah. Kehadiran gen ini mengakibatkan cupang merah berwarna cerah. Namun jika gen ini tidak ada, cupang merah akan berwarna lebih gelap seperti merah maroon yang biasa disebut warna merah lokal pada cupang serit. Kehadiran gen ini bersama gen iridescence mengakibatkan cupang terlihat lebih berwarna pastel.
Gen melano yang juga bersifat resesif ganda ditandai dengan kode mm, meningkatkan pigmen warna hitam pada cupang. Namun semakin banyak gen ini dalam tubuh cupang betina, mengakibatkan cupang betina menjadi mandul. Karena itu, jika peternak ingin mengawinkan cupang jantan hitam, silangkan dengan cupang betina berwarna biru atau lebih baik lagi dengan cupang betina berwarna hitam bergaris-garis (black lace).Cupang hitam bergaris umumnya mempunyai sirip yang transparan, tetapi betinanya subur. Jika keduanya dikawinkan sesama warna, diperoleh burayak berwara hitam pula.
c. Lapisan Merah
Sel warna merah atau erythrofora mengandung gen warna sebagai berikut.
- Merah merata (extended red) , warna merah di seluruh tubuh dan sirip.
- Sirip merah (reduced red), warna merah hanya di sirip serta tubuh berwarna gelap, seperti hijau dan biru.
- Non-merah, (tidak adanya warna merah).
- Variasi sirip (variegated fins), adanya warna transparan di ujung sirip atau biasa disebut butterfly.
Keempat gen ini akan menentukan tingkat warna merah pada cupang.
Gen warna merah merata ditanndai dengan kode R yang mengendalikan distribusi dan intensitas warna merah pada cupang. Adanya warna merah merata di tubuh dan sirip cupang sangat ideal dan paling disukai. Gen R ini mirip dengan gen Si, karena tingkat kandungan gen yang berbeda-beda. Jika sedikit keberadaannya ditandai dengan kode rr, sedangkan bila intensitas warna merahnya tinggi ditandai dengan RR.
Gen sirip merah memberikan warna merah pada siripnya saja, sedangkan tubuhnya berwarna gelap, seperti biru, hijau atau hitam. Namun belum diketahui gen yang menyebabkan pengurangan warna merah di badan cupang tersebut.
Gen non-merah adalah gen resesif ganda atau double recessive. Gen ini ditandai dengan kode nrnr dan tidak memperlihatkan adanya pigmen warna merah sama sekali. Banyak yang percaya bahwa kehadiran gen ini telah mengubah pigmen warna merah menjadi kuning, sehingga muncul cupang berwarna kuning dalam pemijahan indukan cupang merah.
Gen variasi sirip mengendalikan warna merah pada sirip dengan efek transparan yang sering dinamakan butterfly. Dr. Gene Lucas menandai gen ini dengan kode Vf. Keberadaan gen ini akan menghasilkan cupang dengan warna merah di sirip yang pola dan intensitasnya bervariasi.
d. Lapisan Kuning (Lapisan Paling Bawah)
Sel warna kuning atau xanthofora mengandung gen warna, di antaranya tidak adanya lapisan merah, lapisan hitam dan lapisan iridescent (biru). Sejauh ini tidak ada gen yang diidentifikasi dapat mengendalikan pigmentasi lapisan kuning. Artinya, cupang kuning memiliki pigmen cambodian (non-hitam) di lapisan hitam, non-merah di lapisan merah dan non-biru di lapisan iridescent. Namun sebagian orang mengatakan, sifat warna kuning sangat berhubungan erat dengan gen warna opak (opaque).
No comments:
Post a Comment